Rasa Lama Gaya Baru, Nyobain Empal Gentong Kekinian di SEMAJA

Mar 2026

Rasa Lama Gaya Baru, Nyobain Empal Gentong Kekinian di SEMAJA

Pernah gak sih kamu bertanya-tanya, apa yang bikin empal gentong disebut empal gentong? Hidup di era modern dengan peralatan serba canggih, sebagian besar dari kita pasti bingung kalau ditanya asal-usul penamaan makanan ini. Mungkin kamu paham kalau kata empal merujuk pada daging sapi yang jadi bahan utamanya, tapi ada apa dengan kata ‘gentong’?



Nyatanya, penamaan empal gentong terkait erat dengan sejarah pertama kali hidangan ini dibuat dan disajikan, yaitu sekitar abad ke-15. Kala itu, gentong atau periuk besar dari tanah liat digunakan, bukan hanya untuk menyajikan, tapi juga untuk memasak sajian berkuah ini. Makanya gak heran kalau kamu clueless, soalnya zaman sekarang sudah sangat jarang tempat makan yang menghidangkan dan memasak kuliner ini di gentong.



Perkembangan teknologi bikin pembuatan empal gentong tak lagi menggunakan cara tradisional. Alih-alih memasak di gentong dengan bantuan api yang berasal dari kayu bakar, kini empal dan berbagai rempah dan bumbunya direbus dengan panci modern dan kompor gas ataupun listrik. Cara penyuguhan kuliner asal Cirebon, Jawa Barat ini pun lebih sering menggunakan mangkuk besar yang lebih praktis.



Kuah Kental Gurih Warisan Sejarah

Modernisasi pembuatan dan penyajian empal gentong pelan-pelan bikin kita lupa dengan sejarah kuliner yang satu ini. Tapi bukan itu saja, meninggalkan metode tradisional juga berpotensi membuat hidangan ini kehilangan cita rasa autentik yang dulu jadi kebanggaan.



Dulu, perebusan potongan daging sapi atau kerbau dilakukan berjam-jam di dalam gentong tanah liat. Betul, kerbau! Saat masa awal kemunculannya, daging kerbau lebih sering digunakan karena dalam masyarakat Indonesia masih lekat dengan penyebaran agama Hindu, di mana sapi adalah hewan yang disakralkan dalam ajarannya. Teknik perebusan dalam waktu tak sebentar dengan menggunakan kayu bakar ini tak hanya mematangkan daging hingga empuk, namun juga membuat bumbu dalam kuah meresap sempurna dan menciptakan aroma asap halus yang jadi ciri khas empal gentong.



Bicara soal kuah dan bumbu, empal gentong punya karakteristik yang tak ada duanya. Dipadukan dengan santan dan bumbu khas Nusantara seperti bawang, kunyit, ketumbar, kemiri, dan jahe, kuah kental berwarna kekuningan dari sajian yang satu ini terasa gurih dan kompleks, nikmat diseruput bersama nasi hangat. Belum lagi, rempah aromatik seperti serai, lengkuas, dan daun salam, yang bakal membuatmu membayangkan rasanya bahkan sebelum mencicipi.



Nah, sekarang pertanyaannya, masih adakah tempat makan di Jakarta yang menyajikan empal gentong dengan rasa lama yang tak pudar, serta masih menyelipkan nilai-nilai tradisional dalam pembuatannya? Ternyata jawabannya ada di SEMAJA Menteng, food enthusiasts! Restoran dengan kekhususan hidangan Nusantara di bilangan Jakarta Pusat ini memasukkan Empal Gentong ke salah satu menu bertajuk Rasa Lama Gaya Baru yang dikembangkan belum lama ini.



‘Gentong’ Organik Ala SEMAJA

Sebelumnya kita sudah tahu kalau selain daging sapi yang jadi bahan utama, kuah santan yang kental dan gurih bisa dibilang sebagai jantung dari hidangan empal gentong. Spesialisasi inilah yang diadopsi pada menu yang sama di SEMAJA. Empal Gentong di restoran ini memang enggak pakai wadah tanah liat dalam proses memasak maupun penyajiannya. Namun uniknya, elemen ini digantikan dengan bahan yang tak kalah khas dan justru semakin meng-highlight rasa aslinya, yaitu kelapa muda!



Yap, Empal Gentong ala SEMAJA dihidangkan di dalam batok kelapa muda yang terlebih dahulu dibakar kulitnya menggunakan gas torch. Tak hanya rasa kuah santannya yang terasa makin legit karena menyatu dengan daging kelapa yang merupakan bahan bakunya, metode penyajian ini juga melahirkan aroma khas serta tampilan yang lebih estetis dengan ’gentong’ yang lebih kontemporer, namun lebih dekat dengan alam.



Bersama lontong, sambal, acar, dan tentu saja emping yang bisa memberikan tekstur renyah, Empal Gentong disajikan dengan topping daun bawang yang menambah aroma. Sederhana dan tak terkesan mewah, tapi tetap cantik dengan kenikmatan yang tak pernah bohong. Karena gak bisa dimungkiri, cita rasa inilah yang bikin kuliner Empal Gentong jadi ikon kuliner populer Cirebon yang jadi salah satu kekayaan gastronomi Indonesia hingga kini.



Sambil menikmati Empal Gentong di SEMAJA, kamu akan diajak bernostalgia lewat cita rasa kuliner yang telah ada sejak lama dan berlanjut menjadi legenda. Tapi dengan tampilan yang lebih kekinian dan related dengan tren estetika kuliner modern, hidangan ini bisa menyingkirkan kesan kuno dan rasa canggung saat memesannya.



Gaya masak boleh kekinian, penyajian boleh mengutamakan kecantikan, tapi soal rasa, menu yang satu ini tetap ikut cita rasa lama dan tak kalah premium dengan empal gentong tradisional! Sebagai salah satu menu dari konsep Rasa Lama Gaya Baru, sajian Empal Gentong jadi bagian dari komitmen SEMAJA Menteng buat mengenalkan lagi makanan tradisional dengan presentasi modern. Tertarik mencoba? Yuk, langsung ajak keluargamu berangkat ke resto ini!



SEMAJA RSVP & CONTACT INFO

Tel: 021 - 2239 5556
Phone: 0813 8899 5556
Address: Jl. Gereja Theresia No.41, Menteng, Jakarta Pusat
[email protected]