Lights, Camera, Makan! The People’s Cafe Bawa Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi ke Dunia Nyata

Oct 2026

Lights, Camera, Makan! The People’s Cafe Bawa Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi ke Dunia Nyata

Pernah penasaran seperti apa rasanya makanan yang muncul di film favorit? Sekarang, kamu bisa mencobanya langsung! The People’s Cafe berkolaborasi dengan Forka Films untuk menghadirkan Menu Wiken dari film Empat Musim Pertiwi, karya sutradara Kamila Andini, ke dunia nyata. Dalam film tersebut, Menu Wiken merupakan kreasi dua sahabat, Pertiwi dan Niken, di Warung Piring Terbang milik Mak Ira. Nama “Wiken” sendiri diambil dari gabungan nama Pertiwi dan Niken, menjadikan hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari cerita tentang persahabatan, kreativitas, dan kebersamaan. Kini, menu yang sebelumnya hanya bisa dilihat di layar lebar dapat dinikmati langsung di The People’s Cafe!



Ada dua pilihan Menu Wiken yang siap bikin penasaran. Pertama, Nasi Mie Wiken, menu yang hadir langsung dari cerita film dengan kombinasi nasi, mie goreng, telur barendo, dan keripik, lengkap dengan kuah tongseng kaya rempah. Perpaduan yang mungkin terdengar tak biasa, tetapi justru menjadi daya tariknya! Tak berhenti di situ, The People’s Cafe juga menghadirkan kreasi sendiri melalui Ketoprak Mie Wiken, yang memadukan ketoprak, mie goreng, telur barendo, tahu, bihun, dan tauge dengan saus kacang khas TPC. Dua menu ini membawa cita rasa Indonesia yang familiar dalam kombinasi baru yang seru untuk dieksplorasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan sedikit bagian dari dunia Empat Musim Pertiwi.



Lebih dari sekadar menghadirkan makanan yang terinspirasi dari film, kolaborasi ini mempertemukan dua dunia kreatif, sinema dan kuliner, dalam pengalaman yang bisa dinikmati bersama. Melalui Menu Wiken, The People’s Cafe dan Forka Films mengajak penonton merasakan cerita Pertiwi dan Niken dengan cara yang berbeda, bukan hanya melalui adegan di layar, tetapi juga lewat hidangan yang memiliki makna tersendiri dalam perjalanan kedua karakter tersebut. Karena terkadang, cerita yang paling berkesan tidak berhenti ketika film selesai, tetapi berlanjut lewat rasa, percakapan, dan momen di meja makan. So, the movie may end, but the story continues at The People’s Cafe!